Tips Mengatasi Bayi Tanpa Air Susu Ibu

Idealnya bayi baru lahir di biasakan untuk minum ASI Ekslusive tanpa makanan pendamping lainnya. Namun, beberapa bayi tidak bisa menyusu atau karena produksi ASI di ibunya tidak ada, dalam kondisi begini tentu bayi akan sangat bergantung pada nutrisi buatan untuk bisa tumbuh.
Orangtua yang memilih opsi memberi makan bayinya dengan susu buatan tentu memiliki alasan yang beragam pula. Sebut saja beberapa dari mereka berpendapat bahwa dengan memberikan susu botol agar susu yang telah di berikan bisa di kontrol, dengan memberi susu botol maka si ibu akan lebih bebas, sebab ia bisa meminta bantuan orang lain memberi makan bayinya, terutama bagi ibu yang harus kembali bekerja pasca melahirkan.



Namun pendapat umum mengatakan bahwa menyusui atau dengan memberikan ASI langsung dari ibunya merupakan yang terbaik bagi bayi baru lahir, namun tidak berarti bahwa susu botol jelek untuk mereka. Bayi yang diberi makan susu botol yang dipegang erat dan berdekatan ketika bayi sedang menyusui juga bisa ada ikatan dengan ibu (dan ayah) dengan cara yang sama bila diberikan ASI.

Kerugian Susu Formula
Kerugian utama susu formula adalah bertambahnya resiko gastro-enteritis (peradangan usus dan lambung akibat infeksi virus atau bakteri). Perlu perhatian sterilisasi peralatan dan memberi susu segar. Kerugian lain dengan pemberian susu botol secara berlebihan adalah akan timbul obesitas dan muntah yang paling umum terjadi. Untuk volume pemberian total susu setiap harinya di dasarkan pada berat badan bayi. Jumlah rata-rata 150 ml perkilogram, dibagi menjadi lima atau enam kali menyusui.

Jenis Susu Formula
Susu formula yang tersedia di pasaran ada banyak sekali jenisnya, Susu formula yang dominan mengandung dadih (air yang tertinggal setelah susu dijadikan keju) memiliki ratio dadih – kasein mirip  dengan ASI dan sebagai “susu pertama” untuk bayi baru lahir.

Susu dengan kasein dominan membentuk suatu massa besar dalam lambung bayi dan mungkin lebih nyaman bagi bayi yang lapar. Susu dengan kasein dominan cenderung menimbulkan sembelit (konstipasi) dan bila bayi terlihat lapar seringkali benar-benar lebih baik untuk menambah volume makan atau untuk memperkenalkan makanan padat bila bayi berusia lebih dari empat bulan. Namun kadang-kadang seseorang bayi di bawah usia 4 bulan mendapat 250 gram  (9 oz) susu formula setiap dua atau 3 jam dan pada kasus seperti itu, beralih ke susu  yang kaya ksein bisa lebih efektif membantu memenuhi kebutuhan makan bayi.

Semua susu formula telah ditambahkan vitamin esensial A, C dan D bersama dengan mineral seperti besi. Selama diet ibu sehat, bayi yang di beri ASI akan menerima vitamin melalui ASI. Ada juga beberapa susu yang dirancang untuk kondisi medis tertentu pada bayi. Formula dasar soya tidak mengandung protein susu sapi apapun. Maka dari itu, bisa digunakan pada kasus bayi alergi terhadap protein susu sapi, meskipun keadaan ini tidak jarang terjadi. Meskipun susu soya mungkin secara nutrisi adekuat, beberapa bayi yang intoleran terhadap susu sapi bisa jadi intoleran juga terhadap susu dasar soya. Yang paling sering terjadi adalah laktosa intoleran yang bisa diikuti gastro-enteritis. Pada kasus ini, usus kecil seringkali untuk sementara tidak mampu menyerap laktosa susu sapi. Formula dasar soya juga bisa digunakan pada kasus ini.

Baca juga artikel terkait lainnya seperti Wanita Terlalu Kurus Sulit Hamil, Benarkah? , Mengenal Tanda-tanda Kehamilan artikel SEO Juara 2 Kontes SEO Vivagoal dan Artikel Review dari Madu Subur MAX, Herbal Penyubur Reaksi Cepat dan Obat Diabetes Alami Obat Herbal Diabetes Paling Ampuh.